Review Masa Pemerintahan Orde Baru Dan Reformasi.

Fitriah Noviyanti (9C/15)
Senin, 09-08-2021

Orde Baru adalah rezim yang pernah berkuasa di Indonesia dengan waktu lama, yaitu 32 tahun. Orde baru dimulai pada tahun 1966 sampai tahun1998 yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto. Orde Baru diciptakan untuk membedakan periode saat ini dengan periode Indonesia sebelumnya yang dipimpin oleh Presiden Soekarno.

Masa pemerintahan ini berlangsung sejak diterimanya Surat Perintah (Supersemar) pada 11 Maret 1966 oleh Jenderal Soeharto dan berakhir ketika reformasi terjadi pada tahun 1998.

Orde Baru dilatarbelakangi penumpasan Gerakan 30 September 1965 (G30S),
Dari berbagai bukti yang berhasil didapatkan. PKI yang menjadi dalang dari gerakan tersebut, memicu kemarahan rakyat. Bentrokan fisik antara masyarakat yang setia pada Pancasila dan UUD 1945 dengan massa PKI terjadi di Jakarta serta berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sementara itu, untuk mengisi kekosongan pimpinan Angkatan Darat, pada tanggal 14 Oktober 1965, Panglima Kostrad Mayjen Soeharto diangkat sebagai Panglima Angkatan Darat, lalu dimulai tindakan-tindakan pembersihan terhadap unsur" PKI dan ormasnya.

Aksi masih terjadi di kalangan masyarakat luas. Berbagai partai politik dan organisasi secara serentak membentuk Front Pancasila untuk menghancurkan pendukung G30S/PKI. Mereka meminta penyelesaian politis terhadap pihak yang terlibat dalam G30S/PKI. Kesatuan aksi yang Bergabung dalam Front Pancasila kemudian dikenal dengan sebutan Angkatan 66. Mereka menuntut tiga hal yang dikenal dengan Tritura. 

Isi Tritura yaitu:
1. Pembubaran PKI dan ormasnya
2. Pembersihan Kabinat Dwikora dari unsur-unsur PKI.
3. Penurunan harga-harga barang

Akhirnya, pada tanggal 21 Februari 1966, Presiden Soekarno mengumumkan perubahan kabinet. Namun, perubahan tersebut tidak memuaskan hati rakyat karena masih banyak tokoh terlibat dalam G30s/PKI ada di dalam kabinet baru, yang dikenal sebagai Kabinet Seratus Menteri.

Visi pemerintahan Orde Baru adalah Melaksanakan Pancasila dan Negara UUD Republik Indonesia murni dan secara konsekuen.

Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan krisis ekonomi sejak tahun 1997. Krisis tersebut membuat nilai tukar rupiah jatuh. Kepercayaan terhadap pemerintah menurun sehingga memicu kerusuhan, demonstrasi besar, bahkan penjarahan terutama di Jakarta. Kemarahan masyarakat terutama di kalangan mahasiswa semakin menjadi setelah Soeharto dicalonkan kembali sebagai presiden Republik Indonesia pada pemilu ke-6 sehingga mereka menuntut adanya reformasi pada tahun 1998. Masa pemerintahan ini berlangsung sejak diterimanya surat pemerintah sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966 oleh Jendral Soeharto dan berakhir ketika reformasi 1998.

Reformasi ini memiliki beberapa tuntutan penting seperti:
1. Penghapusan dwifungsi ABRI
2. Penurunan maupun pengadilan terhadap Soeharto dan kroni-kroninya
3. Penghapusan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme
4. Penegakan supremasi hukum
5. Amandemen UUD 1945
6. Pelaksanaan otonomi daerah seluas-luasnya. 

Melihat tuntunan reformasi semakin besar, presiden Soeharto akhirnya menyampaikan pengunduran diri pada tanggal 21 Mei 1998. Berakhirnya masa jabatan Soeharto inilah yang menjadi tanda runtuhnya Orde Baru dan berganti menjadi era reformasi.

Komentar