Tugas PPKN "Menceritakan kembali tentang Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI)"

Fitriah Noviyanti (9C/15)

"Menceritakan kembali tentang Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI)"

Pemberontakan PKI di Madiun itu di karenakan jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Kabinet Amir Syarifuddin jatuh sehabis menandatangani perjanjian renvil yang ternyata berakibat buruk untuk Indonesia. Dengan penurunan Amir Syarifuddin saat itu presiden Soekarno lalu menunjuk Mohamad Hatta menjadi perdana menteri dan membuat kabinet yang baru.

   Tetapi Amir Syarifuddin bersama kelompoknya tidak setuju dengan digantinya kabinet tersebut, akhirnya Amir Syarifuddin bersama kelompoknya berusaha mengalahkan mereka. Gerakan Amir Syarifuddin ini di berikan bantuan oleh muso yaitu Pemimpin Partai Komunis Indonesia (PPKI) yang pernah belajar di Uni Soviet.

    Muso mengadakan rapat di Jogja, dia mengeluarkan pendapatnya yaitu tentang pentingnya mengganti kabinet presidensil menjadi kabinet front persatuan. Muso bersama Amir Syarifuddin dan kelompoknya berusaha untuk memiliki daerah penting yang ada di wilayah Jawa Tengah. Rencana pertama kali yang akan di lakukan yaitu akan melakukan penculikan dan pembunuhan para tokoh di Surakarta juga memecah belah kesatuan TNI di wilayah setempat. Keributan yang terjadi di kota Surakarta menjadi perhatian semua pihak pro-pemerintah terfokuskan pada pemulihan di kota Surakarta.
    
   Sementara itu, pada tanggal 18 September 1948 PKI mengarah ke arah timur berusaha untuk memiliki kota Madiun, kebesokan harinya PKI memberitahu terbentuknya pemerintahan baru yang disebut Republik Soviet Indonesia. PKI juga melaksanakan hal yang sama pada kota Pati, Jawa Tengah. Pemberontakan ini membunuh gubernur Jawa Timur yaitu Raden Mas Suryoe juga beberapa tokoh lainnya.

   Untuk mengembalikan keamanan di Madiun, dilakukan operasi penumpasan dilakukan pada tanggal 20 September 1948, operasinya iyalah pencarian Muso yang melarikan diri ke Sumoroso. Pada akhirnya, Muso berhasil ditemukan dan ditembak mati, sedangkan Amir Syarifuddin dan kelompoknya ditangkap dan dijatuhkan hukuman mati. Akhirnya pemberontakan tersebut bisa dimusnahkan.

Komentar