Kronologi Terjadinya Pemberontakan PKI Madiun 1948 dan Pemberontakan DI/TII

Fitriah Noviyanti (9C/15)
Sen, 19 Juli 2021

"Kronologi Terjadinya Pemberontakan PKI di Madiun 1984"

   Pemberontakan Partai Komuis Indonesia (PKI), di Madiun pada tanggal 18 September 1948. Tujuannya adalah untuk mendirikan negara soviet Indonesia yang ber ideologi komunis. Pemberontakan tersebut yang akan menggantikan Pancasila dengan tangan komunis. Kita bersyukur karena pemberontakan tersebut dapat di gagalkan.

   Pemberontakan PKI Madiun itu di latar belakangi jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Kabinet Amir Syarifuddin jatuh setelah penandatanganan perjanjian renvil yang ternyata berdampak buruk untuk Indonesia. Dengan kemunduran Amir Syarifuddin saat itu presiden Soekarno kemudian menunjuk Mohamad Hatta sebagai perdana menteri dan membentuk kabinet baru.

   Namun Amir Syarifuddin beserta kelompoknya tidak setuju dengan pergantian kabinet tersebut sehingga Amir Syarifuddin beserta kelompoknya berusaha menggulingkan mereka. Gerakan Amir Syarifuddin ini di bantu oleh muso Pemimpin Partai Komunis Indonesia (PPKI) yang pernah belajar ke Uni Soviet.

    Muso menggelar rapat di Jogja, ia melontarkan pendapatnya tentang pentingnya mengganti kabinet presidensil menjadi kabinet front persatuan. Muso bersama Amir Syarifuddin dan kelompoknya berusaha menguasai daerah-daerah strategis di wilayah Jawa Tengah. Rencana awal yang akan di lakukan yaitu melakukan penculikan dan pembunuhan para tokoh di Surakarta serta mengadu domba kesatuan TNI di wilayah setempat. Kerusuhan yang terjadi di Surakarta membuat perhatian semua pihak pro-pemerintah terfokus pada pemulihan di kota Surakarta tersebut.
    
   Sedangkan, pada tanggal 18 September 1948 PKI sedang menuju ke arah timur berusaha menguasai kota Madiun, keesokan harinya PKI mengumumkan terbentuknya pemerintahan baru yang disebut Republik Soviet Indonesia. PKI juga melakukan hal yang sama pada kota Pati, Jawa Tengah. Pemberontakan ini menewaskan gubernur Jawa Timur yaitu Raden Mas Suryoe serta beberapa tokoh lainnya.

   Demi memulihkan kembali keamanan di Madiun, dilakukan operasi penumpasan dilakukan pada tanggal 20 September 1948 untuk memulihkan kembali kota Madiun. Salah satu operasinya adalah pengejaran Muso yang melarikan diri ke Sumoroso sebelah barat kota Ponorogo, Jawa Timur. Dalam pengejaran tersebut, Muso berhasil ditemukan dan ditembak mati, sedangkan Amir Syarifuddin berserta kelompoknya ditangkap dan dijatuhkan hukuman mati. Akhirnya selamatlah Indonesia dari pemberontakan tersebut.


"Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia 1949"

    Pemberontakan ini ditandai dengan didirikannya negara Islam Indonesia oleh S. M. Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1949. Tujuan utamanya adalah untuk mengganti pancasila sebagai dasar negara dengan syariat Islam. 
     
   Tetapi gerakannya bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya, mereka melakukan perusakan, pembakaran rumah-rumah penduduk, pembongkaran jalan kereta api, perampokan harta benda milik penduduk serta melakukan penganiyaan terhadap penduduk. 
  
   Upaya penumpasan pemberontakan ini memakan waktu yang cukup lama. Akhirnya Kartosuwiryo bersama para pengikutnya bisa ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962.

Komentar